Tiga Kabupaten Jawa Tengah Jaga Kekayaan Genetik Pertanian
Forum Koordinasi Lintas Sektor di Klaten, Magelang, dan Blora menyepakati kebun koleksi, bibit komunitas, dan tiga ruang kerja: kebijakan, konservasi-teknologi, serta pemanfaatan-ekonomi.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–10 dari 19 artikel
Forum Koordinasi Lintas Sektor di Klaten, Magelang, dan Blora menyepakati kebun koleksi, bibit komunitas, dan tiga ruang kerja: kebijakan, konservasi-teknologi, serta pemanfaatan-ekonomi.
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Melalui kegiatan ini, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pertanian menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai kebijakan perlindungan SDG pertanian, potensi pembiayaan, serta penerapan mekanisme Access and Benefit Sharing (ABS) dalam pengelolaan sumber daya genetik pertanian.
Pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas bagi masyarakat Maluku Utara. Kunjungan ke Kesultanan Ternate (21/9) dan Tidore (22/9) disambut upacara adat.
Kalimantan Tengah menyimpan SDG tanaman yang beragam dan tumbuh bersama masyarakat lokal; provinsi menyiapkan langkah konservasi dan pemanfaatannya.
Forum Lintas Sektor (dahulu TWG) Provinsi Maluku Utara menempatkan kekayaan tanaman lokal sebagai bagian lanskap dan keseharian warga.
Penanganan pascapanen di tingkat komunitas menjadi fokus agar pala dan cengkeh Tidore bernilai tambah lebih tinggi.
Pelatihan dua hari (15–16 September 2026) tentang embriogenesis somatik dan krioterapi tanaman memperkuat kemampuan staf dalam konservasi plasma nutfah, perbanyakan, dan produksi tanaman bebas patogen.
Di Klopoduwur dan Sambongrejo, talas dan uwi masih ditanam di pekarangan, kebun campuran, dan tegalan dengan cara yang diwariskan lisan turun-temurun; warga mengenal hingga enam jenis talas dan enam jenis uwi.
Nama lokal, cerita asal, dan cara petani memilih benih adalah metadata yang tidak tergantikan oleh instrumen laboratorium. Pencatatan pengetahuan ini harus dilakukan dengan persetujuan dan pengakuan…