Lewati ke konten utama

Fasilitas

Bank Gen Pertanian mengonservasi SDG dengan tiga cara: benih ortodoks disimpan di ruang bersuhu dan berkelembapan terkendali, tanaman yang diperbanyak secara vegetatif dipelihara di kebun koleksi lapang, dan sebagian koleksi dirawat melalui kultur jaringan in vitro. Laman ini memuat ruang dan peralatan setiap fasilitas beserta fungsinya.

A. Penyimpanan Biji Ortodoks (Seed Conservation)

Rangkaian fasilitas untuk benih ortodoks, dari penanganan awal, pengeringan, dan uji mutu hingga penyimpanan jangka pendek, jangka panjang, dan duplikat keamanan.

Ruang Prosesing Benih

Ruang prosesing benih dengan meja kerja di tengah dan rak berisi kotak-kotak sampel benih di sepanjang dinding

Ruang khusus yang berfungsi sebagai area penanganan awal, pembersihan, seleksi, serta penimbangan benih sebelum masuk ke tahap pengeringan atau penyimpanan lanjutan.

Meja prosesing benih
Permukaan kerja utama untuk ekstraksi, pembersihan kotoran fisik, sortasi benih dari material asing, serta penyeleksian visual kondisi fisik benih agar memenuhi standar mutu awal.
Timbangan
Perangkat pengukur presisi tinggi untuk menimbang bobot benih pada setiap tahapan prosesing, pencatatan hasil produksi, maupun preparasi sampel untuk pengujian laboratorium.
Oven
Perangkat pemanas dengan kontrol suhu stabil untuk pengeringan awal atau preparasi sampel benih tertentu yang membutuhkan penurunan kadar air secara cepat dan terkontrol.
Vacuum sealer
Alat untuk mengeluarkan udara dan menutup kemasan aluminium foil dengan sistem pemanasan, sehingga benih disimpan dalam kondisi kedap udara.

Rumah Kaca Pengeringan (Greenhouse / Drying House)

Rumah kaca pengeringan beratap kaca dengan meja-meja pengeringan memanjangSudut lain rumah kaca pengeringan dengan atap kaca dan meja pengeringan beton

Area tertutup terlindung yang dirancang khusus untuk memanfaatkan panas lingkungan secara optimal guna menurunkan kadar air benih secara bertahap tanpa merusak viabilitasnya.

Meja pengeringan
Permukaan atau rak datar tempat meletakkan wadah, baki, atau sampel benih yang sedang dikeringkan agar sirkulasi udara mengalir merata dari segala sisi.
Rak penyimpanan
Struktur rak bertingkat untuk menata sementara wadah benih sebelum atau sesudah proses pengeringan di dalam rumah kaca.

Laboratorium Mutu Benih

Fasilitas utama untuk analisis komprehensif guna menguji mutu fisiologis, fisik, serta kesehatan benih sebelum benih didistribusikan atau disimpan dalam jangka panjang.

Laboratorium Biologi

Laboratorium biologi dengan meja kerja putih, lemari, dan rak alat uji
Pengujian daya kecambah benih
Pengujian fisiologis untuk mengevaluasi kemampuan benih menumbuhkan kecambah normal pada kondisi lingkungan optimum yang dikendalikan.

Laboratorium Fisika

Laboratorium fisika dengan meja kerja kayu dan peralatan pengujian benih di meja dindingMeja kerja laboratorium fisika dengan timbangan dan alat pengukur kadar air benih
Pengujian kadar air benih
Pengukuran kandungan air di dalam benih dengan metode standar untuk memastikan tingkat keamanan benih sebelum memasuki ruang penyimpanan.
Pengujian kemurnian benih
Analisis persentase komposisi fisik yang membedakan benih murni, benih tanaman lain, serta berbagai jenis kotoran benih.
Pengujian bobot 1.000 butir
Penimbangan sampel acak representatif sebanyak 1.000 butir benih untuk mengetahui ukuran, keseragaman, dan potensi vigor fisik benih.

Ruang Penyimpanan Benih

Fasilitas utama yang dilengkapi sistem pengaturan udara (suhu dan kelembapan) yang ketat untuk menjaga viabilitas, vigor, serta umur simpan koleksi benih.

Ruang Penyimpanan Sementara

Rak tinggi berisi tumpukan kotak benih di ruang penyimpanan sementaraRak berisi toples dan kotak plastik benih berlabel di ruang penyimpanan sementara
  • 18 °C
  • RH 40%

Ruang dengan pengaturan suhu 18 °C dan kelembapan 40%, dilengkapi rak penyimpanan. Berfungsi sebagai area transit atau penyimpanan sementara bagi seluruh benih hasil panen yang masih dalam tahap prosesing dan belum memasuki penyimpanan definitif.

Ruang Penyimpanan Jangka Pendek

Deretan rak berisi toples benih bertutup hijau di ruang penyimpanan jangka pendekLorong di antara rak-rak toples benih bertutup hijau di ruang penyimpanan jangka pendek
  • 18 °C
  • RH 40%

Ruang dengan pengaturan suhu 18 °C dan kelembapan 40%, dilengkapi rak penyimpanan serta perangkat pemantau (monitoring) suhu dan kelembapan. Penataan ruangan dipisahkan menurut jenis komoditas dan diurutkan sesuai nomor aksesi masing-masing koleksi.

Ruang Penyimpanan Jangka Panjang

Dua pintu ruang chiller penyimpanan jangka panjang dengan panel pengatur suhu
  • −18 s.d. −20 °C
  • RH 40–50%

Ruang penyimpanan bersuhu sangat rendah dalam chiller dengan suhu −18 °C hingga −20 °C dan kelembapan 40–50%. Dilengkapi rak khusus, wadah penyimpanan kedap udara, serta sistem proteksi lingkungan berlapis. Digunakan untuk konservasi koleksi dasar (base collection) sumber daya genetik agar viabilitasnya tetap terjaga dalam kurun waktu puluhan tahun.

Ruang Penyimpanan Benih Safety Duplicate dan Penitipan

Empat unit chiller tegak berjajar di ruang penyimpanan duplikat keamanan dan penitipan

Ruang khusus untuk menyimpan duplikat cadangan (safety duplicate) dan benih yang dititipkan instansi lain di Bank Gen Pertanian. Fasilitas ini krusial untuk mitigasi risiko, mengantisipasi kemungkinan kerusakan fasilitas di bank gen lain maupun bencana tak terduga yang dapat mengancam keselamatan materi genetik. Benih disimpan dalam chiller khusus yang kapasitasnya lebih kecil dari chiller utama.

B. Kebun Koleksi Lapang (Field Gene Bank)

Fasilitas konservasi <i lang="en">ex situ</i> langsung di lahan terbuka untuk menyelamatkan, memelihara, dan mengamankan sumber daya genetik tanaman — khususnya tanaman berbenih rekalsitran (tidak tahan pengeringan dan suhu dingin), spesies vegetatif, serta komoditas yang tidak dapat disimpan efektif sebagai benih di ruang simpan dingin (<i lang="en">seed bank</i>). Selain sebagai koleksi hidup (<i lang="en">living collection</i>), fasilitas ini terintegrasi dengan kegiatan <b>rejuvenasi (peremajaan) koleksi bank gen</b> agar viabilitas dan kemurnian genetik setiap aksesi tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Sebaran Lokasi Instalasi Pengujian (IP2MP)

Pengelolaan kebun koleksi lapang dan peremajaan materi genetik didistribusikan ke beberapa Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) dengan karakteristik agroekologi yang spesifik.

IP2MP Cikeumeuh dan Citayam

Hamparan pertanaman padi koleksi di lahan IP2MP
  • Dataran rendah–sedang
  • Difungsikan untuk konservasi, peremajaan, perbanyakan, serta karakterisasi morfologi dan agronomi koleksi tanaman tropis dataran rendah.
  • Komoditas utama: berbagai plasma nutfah padi, ubi kayu, ubi jalar, talas, serta beragam umbi-umbian lokal yang beradaptasi baik pada suhu dan kelembapan dataran rendah.

IP2MP Pacet

  • Dataran tinggi
  • Menangani dan memelihara koleksi materi genetik serta varietas tanaman yang menuntut iklim sejuk, subtropis, atau elevasi tinggi, misalnya gandum dan ubi jalar dataran tinggi.
  • Menjaga kestabilan fisiologis tanaman, mendukung pembungaan dan pembuahan alami spesies yang tidak dapat menuntaskan siklus hidupnya di dataran rendah, serta mencegah penurunan vigor akibat cekaman suhu panas ekstrem.

Koleksi Umbi-umbian dalam Planter Bag

Untuk efisiensi ruang, kemudahan pemeliharaan, isolasi media tumbuh, serta mitigasi serangan patogen tular tanah (soil-borne pathogens), sebagian besar koleksi umbi-umbian ditanam dalam wadah terkontrol (planter bag) pada blok khusus yang terorganisasi.

Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Blok koleksi ubi jalar dalam wadah tanam bundar berjajar di atas mulsa hitam
  • Area khusus pemeliharaan koleksi varietas, galur lokal, maupun introduksi ubi jalar yang sudah diidentifikasi sebagai core collection (koleksi inti).
  • Core collection adalah subset terpilih yang mewakili sekitar 10–20% dari total populasi untuk menyarikan keragaman genetik maksimum secara efisien.

Uwi (Dioscorea spp.)

Blok koleksi uwi dalam wadah tanam dengan tanaman merambat pada tiang panjatan
  • Blok pemeliharaan koleksi berbagai genotipe uwi, gembili, dan gadung.
  • Setiap tanaman dilengkapi tiang panjatan (turus) untuk pertumbuhan sulur dan kanopi secara vertikal, memaksimalkan intersepsi cahaya matahari dan mencegah kebusukan umbi akibat genangan air.

Garut dan Ganyong (Maranta arundinacea dan Canna edulis)

Barisan tanaman garut dan ganyong dalam planter bag hijau di atas mulsa hitam
  • Garut 36 aksesi
  • Ganyong 72 aksesi
  • Zona konservasi dan perbanyakan vegetatif untuk mempertahankan aksesi garut sebagai salah satu cadangan pangan strategis penghasil pati berkualitas tinggi.
  • Blok peremajaan dan koleksi plasma nutfah ganyong untuk mengamankan keanekaragaman sumber daya umbi lokal dari ancaman erosi genetik.

Talas dan Belitung (Colocasia esculenta dan Xanthosoma spp.)

Barisan planter bag berisi tanaman talas dan belitung di lahan koleksi
  • Talas 242 aksesi
  • Belitung 150 aksesi
  • Area pemeliharaan koleksi talas dengan pengaturan kelembapan media tanam secara presisi untuk mendukung pertumbuhan vegetatif umbi dan tangkai daun yang sehat.

Koleksi Ubi Kayu (Manihot esculenta) di Lapang Terbuka

Blok pertanaman koleksi ubi kayu di lahan terbuka
  • Lahan terbuka (open field)
  • Dialokasikan pada blok penanaman langsung di lahan terbuka.
  • Pusat konservasi dan peremajaan koleksi plasma nutfah ubi kayu skala luas; sistem perakaran dalam dan kanopi tanaman membutuhkan ruang tumbuh alami yang maksimal untuk mengekspresikan karakter genetiknya secara utuh.

Rumah Kaca (Greenhouse)

Bangunan terlindung dengan lingkungan terkendali (controlled environment) untuk peremajaan koleksi yang rentan, isolasi persilangan, serta perlindungan dari cuaca ekstrem dan serangga pembawa penyakit (vektor).

Rumah Kaca Padi (Oryza sativa)

Tanaman padi koleksi dalam pot berjajar di dalam rumah kaca

Peremajaan benih padi (multiplication/rejuvenation) dalam lingkungan terisolasi untuk mencegah persilangan liar (cross-pollination), evaluasi ketahanan terhadap cekaman lingkungan, serta perbanyakan benih penjenis/tetua koleksi bank gen.

Rumah Kaca Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Pot-pot tanaman ubi jalar dengan ajir bambu di dalam rumah kaca

Pemeliharaan koleksi ubi jalar yang sehat, perbanyakan stek vegetatif steril, serta uji adaptasi fisiologis awal sebelum ditanam di kebun lapang.

C. Konservasi In Vitro (Kultur Jaringan)

Laboratorium steril berbasis bioteknologi tanaman untuk konservasi <i lang="en">ex situ</i> jangka menengah hingga panjang melalui penyimpanan pertumbuhan lambat (<i lang="en">slow growth storage</i>), serta perbanyakan klonal cepat bagi umbi-umbian (ubi jalar, talas, belitung, dan ubi kayu) sebagai cadangan koleksi SDG tanaman vegetatif di lapang.

Ruang Persiapan dan Preparasi Media

Ruang persiapan media kultur dengan meja kerja di tengah dan peralatan laboratorium di sisi ruangan
  • Dilengkapi fasilitas pencucian alat gelas, water purifier/distillation system, timbangan analitik, pH meter, magnetic stirrer, serta otoklaf digital bersuhu dan bertekanan tinggi untuk sterilisasi media.
  • Tempat formulasi dan sterilisasi media tumbuh (mis. media dasar Murashige & Skoog/MS) maupun media yang dimodifikasi dengan osmotikum (mannitol atau sorbitol) atau zat penghambat pertumbuhan sesuai kebutuhan setiap aksesi umbi-umbian.

Ruang Tanam

Ruang tanam steril dengan beberapa unit laminar air flow cabinet
  • Ruang steril bertekanan positif dengan penyaringan udara HEPA filter, beberapa unit Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), alat disinfeksi berbasis pembakaran, dan lampu sterilisasi UV.
  • Digunakan untuk inisiasi eksplan dari lapangan serta eksplanasi dan perbanyakan subkultur berulang.

Ruang Inkubasi (Ruang Kultur)

Rak-rak kultur in vitro dengan lampu di ruang inkubasi
  • 20–22 °C
  • 12–16 jam terang
  • Lingkungan terisolasi dengan suhu 20–22 °C, pencahayaan 12–16 jam terang, serta kelembapan relatif (RH) yang konstan.
  • Mengonservasi koleksi in vitro aneka umbi dalam kondisi slow growth storage untuk menekan laju pembelahan sel dan kontaminasi.

Area Aklimatisasi

Area aklimatisasi semi-terbuka berdinding kaca dengan tanaman muda di bangku
  • Ruang area khusus untuk aklimatisasi plantlet.
  • Tahap kritis untuk mengadaptasikan plantlet in vitro dari heterotrof menjadi autotrof, merangsang pembentukan lapisan kutikula daun serta pembukaan stomata yang normal, sebelum dipindahkan ke planter bag di rumah kaca atau kebun koleksi lapang.

Ruang Sterilisasi Limbah (Destruksi)

Otoklaf sterilisasi limbah di samping rak dan keranjang alat
  • Fasilitas khusus untuk pemusnahan secara aman (bio-safe destruction) materi genetik tanaman, media kultur, eksplan terkontaminasi, serta bahan hayati lain yang berpotensi menyebarkan penyakit.