CDCSUI Dorong Keberlanjutan Pala dan Cengkeh melalui Konservasi di Tidore Kepulauan
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–6 dari 6 artikel
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Kalimantan Tengah menyimpan SDG tanaman yang beragam dan tumbuh bersama masyarakat lokal; provinsi menyiapkan langkah konservasi dan pemanfaatannya.
Di Klopoduwur dan Sambongrejo, talas dan uwi masih ditanam di pekarangan, kebun campuran, dan tegalan dengan cara yang diwariskan lisan turun-temurun; warga mengenal hingga enam jenis talas dan enam jenis uwi.
Petani Desa Sungai Undang, Seruyan Hilir, ini memuliakan padi lokal Siam Epang secara mandiri sejak 2023: menyeleksi tanaman, memilah gabah bernas, dan mencoba persilangan dengan padi hibrida.
Kematian massal tanaman di Halmahera Selatan dan peralihan ke kelapa mengancam keragaman cengkeh lokal: cengkeh berdaun lebar di Madopolo, pohon induk Zanzibar di Kou, Sibela di Bacan, dan AFO.
Melalui Musyawarah Desa di Pendopo Samin, masyarakat Klopoduwur menyepakati pembentukan Kelompok Konservasi Polopendem Makmur berbasis kearifan lokal Sedulur Sikep.