Susetyo: Penjaga Rojolele Tetap Lestari
Ketika kian sedikit petani menanam Rojolele, Susetyo tetap membudidayakannya di Delanggu dan menjaga pengetahuan budidaya yang menyertainya.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–6 dari 6 artikel
Ketika kian sedikit petani menanam Rojolele, Susetyo tetap membudidayakannya di Delanggu dan menjaga pengetahuan budidaya yang menyertainya.
Padi Rojolele telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Delanggu: pulen, manis, dan wangi. Dalam lima tahun terakhir area tanamnya menyusut, bahkan sempat hanya ditanam satu petani.
Pelatihan konservasi in situ dan on farm kerabat liar dan tanaman lokal (6–9 Oktober 2026) diikuti 123 peserta dari kelompok tani 17 desa, penyuluh, dan OPD terkait.
Petani Desa Sungai Undang, Seruyan Hilir, ini memuliakan padi lokal Siam Epang secara mandiri sejak 2023: menyeleksi tanaman, memilah gabah bernas, dan mencoba persilangan dengan padi hibrida.
Sekitar 70–80 persen luas tanam padi Kapuas masih memakai varietas lokal yang adaptif di lahan rawa pasang surut dan sesuai selera masyarakat.
Petani sekaligus penangkar mandiri dari Desa Kemantren, Kedungtuban, menyeleksi dan merawat padi Mentik Susu, Cempo Ireng, padi merah, dan galur HSM dari musim ke musim.