Selamatkan Rojolele, Padi Legendaris Klaten yang Kian Tergerus Zaman
Padi Rojolele telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Delanggu: pulen, manis, dan wangi. Dalam lima tahun terakhir area tanamnya menyusut, bahkan sempat hanya ditanam satu petani.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–3 dari 3 artikel
Padi Rojolele telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Delanggu: pulen, manis, dan wangi. Dalam lima tahun terakhir area tanamnya menyusut, bahkan sempat hanya ditanam satu petani.
Penanganan pascapanen di tingkat komunitas menjadi fokus agar pala dan cengkeh Tidore bernilai tambah lebih tinggi.
Sekitar 70–80 persen luas tanam padi Kapuas masih memakai varietas lokal yang adaptif di lahan rawa pasang surut dan sesuai selera masyarakat.