Selamatkan Rojolele, Padi Legendaris Klaten yang Kian Tergerus Zaman
Padi Rojolele telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Delanggu: pulen, manis, dan wangi. Dalam lima tahun terakhir area tanamnya menyusut, bahkan sempat hanya ditanam satu petani.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–7 dari 7 artikel
Padi Rojolele telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Delanggu: pulen, manis, dan wangi. Dalam lima tahun terakhir area tanamnya menyusut, bahkan sempat hanya ditanam satu petani.
Pelatihan konservasi in situ dan on farm kerabat liar dan tanaman lokal (6–9 Oktober 2026) diikuti 123 peserta dari kelompok tani 17 desa, penyuluh, dan OPD terkait.
Program Konservasi SDGP menjadi inisiatif strategis menjaga keragaman tanaman lokal dan kerabat liarnya di tengah deforestasi, alih fungsi lahan, dan dominasi varietas unggul baru.
Bagi masyarakat Labuhan, cengkeh dan pala bukan sekadar tanaman perkebunan. Pelatihan konservasi 25–26 September 2026 menghasilkan rencana aksi bersama petani.
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Kalimantan Tengah menyimpan SDG tanaman yang beragam dan tumbuh bersama masyarakat lokal; provinsi menyiapkan langkah konservasi dan pemanfaatannya.
Kematian massal tanaman di Halmahera Selatan dan peralihan ke kelapa mengancam keragaman cengkeh lokal: cengkeh berdaun lebar di Madopolo, pohon induk Zanzibar di Kou, Sibela di Bacan, dan AFO.