CDCSUI Perkuat Konservasi In Situ dan On Farm Cengkeh dan Pala
Bagi masyarakat Labuhan, cengkeh dan pala bukan sekadar tanaman perkebunan. Pelatihan konservasi 25–26 September 2026 menghasilkan rencana aksi bersama petani.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–6 dari 6 artikel
Bagi masyarakat Labuhan, cengkeh dan pala bukan sekadar tanaman perkebunan. Pelatihan konservasi 25–26 September 2026 menghasilkan rencana aksi bersama petani.
Bagi Sedulur Sikep Sambongrejo, talas dan uwi bukan sekadar tanaman pangan. Pak Tono mendorong warga menanami lahan kurang produktif dengan talas.
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Di Klopoduwur dan Sambongrejo, talas dan uwi masih ditanam di pekarangan, kebun campuran, dan tegalan dengan cara yang diwariskan lisan turun-temurun; warga mengenal hingga enam jenis talas dan enam jenis uwi.
Kematian massal tanaman di Halmahera Selatan dan peralihan ke kelapa mengancam keragaman cengkeh lokal: cengkeh berdaun lebar di Madopolo, pohon induk Zanzibar di Kou, Sibela di Bacan, dan AFO.
Melalui Musyawarah Desa di Pendopo Samin, masyarakat Klopoduwur menyepakati pembentukan Kelompok Konservasi Polopendem Makmur berbasis kearifan lokal Sedulur Sikep.