Kalteng Perkuat Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Lokal
Kalimantan Tengah menyimpan SDG tanaman yang beragam dan tumbuh bersama masyarakat lokal; provinsi menyiapkan langkah konservasi dan pemanfaatannya.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 11–20 dari 22 artikel
Kalimantan Tengah menyimpan SDG tanaman yang beragam dan tumbuh bersama masyarakat lokal; provinsi menyiapkan langkah konservasi dan pemanfaatannya.
Forum Lintas Sektor (dahulu TWG) Provinsi Maluku Utara menempatkan kekayaan tanaman lokal sebagai bagian lanskap dan keseharian warga.
Penanganan pascapanen di tingkat komunitas menjadi fokus agar pala dan cengkeh Tidore bernilai tambah lebih tinggi.
Pelatihan dua hari (15–16 September 2026) tentang embriogenesis somatik dan krioterapi tanaman memperkuat kemampuan staf dalam konservasi plasma nutfah, perbanyakan, dan produksi tanaman bebas patogen.
Kematian massal tanaman di Halmahera Selatan dan peralihan ke kelapa mengancam keragaman cengkeh lokal: cengkeh berdaun lebar di Madopolo, pohon induk Zanzibar di Kou, Sibela di Bacan, dan AFO.
Dua standar baru diperkenalkan secara daring: SNI 9400:2025 tentang pengelolaan bank gen in vitro tanaman dan SNI 9447:2026 tentang pedoman akuisisi SDG tanaman yang diperbanyak dengan biji.
Koordinasi 26 Agustus 2026 menindaklanjuti survei lokasi di Sambongrejo, LMDH Ketringan, dan LMDH Bleboh; sebagian lahan berada di KHDPK yang dikelola masyarakat.
Kerja sama ini merupakan bagian dari pelaksanaan Swakelola Tipe II Kegiatan Harmonisasi dan Penerapan Prosedur Access and Benefit Sharing (ABS) dalam Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) Tahun Anggaran 2026.
FPIC ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan proyek yang akan dijalankan di wilayah tersebut telah mendapatkan persetujuan bebas tanpa paksaan dari masyarakat setempat setelah mereka mendapatkan informasi yang lengkap dan transparan.
Tujuan diadakannya acara ini antara lain untuk memahami persepsi dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan terkait konservasi dan pemanfaatan SDG serta ABS, serta meningkatkan sinergi antar berbagai pemangku kepentingan dalam upaya konservasi dan pemanfaatan SDG.