CDCSUI Dorong Keberlanjutan Pala dan Cengkeh melalui Konservasi di Tidore Kepulauan
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 11–20 dari 25 artikel
Menjaga pala dan cengkeh tidak cukup dengan mempertahankan tanamannya; pohon induk, pengetahuan petani, dan nilai ekonominya ikut dikonservasi.
Pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas bagi masyarakat Maluku Utara. Kunjungan ke Kesultanan Ternate (21/9) dan Tidore (22/9) disambut upacara adat.
Kalimantan Tengah menyimpan SDG tanaman yang beragam dan tumbuh bersama masyarakat lokal; provinsi menyiapkan langkah konservasi dan pemanfaatannya.
Forum Lintas Sektor (dahulu TWG) Provinsi Maluku Utara menempatkan kekayaan tanaman lokal sebagai bagian lanskap dan keseharian warga.
Penanganan pascapanen di tingkat komunitas menjadi fokus agar pala dan cengkeh Tidore bernilai tambah lebih tinggi.
Pelatihan dua hari (15–16 September 2026) tentang embriogenesis somatik dan krioterapi tanaman memperkuat kemampuan staf dalam konservasi plasma nutfah, perbanyakan, dan produksi tanaman bebas patogen.
Di Klopoduwur dan Sambongrejo, talas dan uwi masih ditanam di pekarangan, kebun campuran, dan tegalan dengan cara yang diwariskan lisan turun-temurun; warga mengenal hingga enam jenis talas dan enam jenis uwi.
Petani Desa Sungai Undang, Seruyan Hilir, ini memuliakan padi lokal Siam Epang secara mandiri sejak 2023: menyeleksi tanaman, memilah gabah bernas, dan mencoba persilangan dengan padi hibrida.
Kematian massal tanaman di Halmahera Selatan dan peralihan ke kelapa mengancam keragaman cengkeh lokal: cengkeh berdaun lebar di Madopolo, pohon induk Zanzibar di Kou, Sibela di Bacan, dan AFO.
Dua standar baru diperkenalkan secara daring: SNI 9400:2025 tentang pengelolaan bank gen in vitro tanaman dan SNI 9447:2026 tentang pedoman akuisisi SDG tanaman yang diperbanyak dengan biji.