Susetyo: Penjaga Rojolele Tetap Lestari
Ketika kian sedikit petani menanam Rojolele, Susetyo tetap membudidayakannya di Delanggu dan menjaga pengetahuan budidaya yang menyertainya.
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 1–10 dari 11 artikel
Ketika kian sedikit petani menanam Rojolele, Susetyo tetap membudidayakannya di Delanggu dan menjaga pengetahuan budidaya yang menyertainya.
Benih yang disimpan pada suhu rendah tetap kehilangan daya tumbuh perlahan. Tanpa regenerasi terjadwal, koleksi dasar berubah menjadi arsip benih mati. Anggaran regenerasi karena itu bukan biaya…
Bagi Sedulur Sikep Sambongrejo, talas dan uwi bukan sekadar tanaman pangan. Pak Tono mendorong warga menanami lahan kurang produktif dengan talas.
Informasi sekuens digital (DSI) memungkinkan pemanfaatan SDG tanpa memindahkan benih. Rezim ABS yang hanya mengatur materi fisik akan tertinggal. Indonesia perlu kebijakan akses data genom yang…
Pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas bagi masyarakat Maluku Utara. Kunjungan ke Kesultanan Ternate (21/9) dan Tidore (22/9) disambut upacara adat.
Di Klopoduwur dan Sambongrejo, talas dan uwi masih ditanam di pekarangan, kebun campuran, dan tegalan dengan cara yang diwariskan lisan turun-temurun; warga mengenal hingga enam jenis talas dan enam jenis uwi.
Nama lokal, cerita asal, dan cara petani memilih benih adalah metadata yang tidak tergantikan oleh instrumen laboratorium. Pencatatan pengetahuan ini harus dilakukan dengan persetujuan dan pengakuan…
Petani Desa Sungai Undang, Seruyan Hilir, ini memuliakan padi lokal Siam Epang secara mandiri sejak 2023: menyeleksi tanaman, memilah gabah bernas, dan mencoba persilangan dengan padi hibrida.
Melalui Musyawarah Desa di Pendopo Samin, masyarakat Klopoduwur menyepakati pembentukan Kelompok Konservasi Polopendem Makmur berbasis kearifan lokal Sedulur Sikep.
Sekitar 70–80 persen luas tanam padi Kapuas masih memakai varietas lokal yang adaptif di lahan rawa pasang surut dan sesuai selera masyarakat.