Petani sebagai kurator pertama
Nama lokal, cerita asal, dan cara petani memilih benih adalah metadata yang tidak tergantikan oleh instrumen laboratorium. Pencatatan pengetahuan ini harus dilakukan dengan persetujuan dan pengakuan…
Seluruh tulisan Sumber Daya Genetik Pertanian dalam satu indeks: berita kegiatan, Access and Benefit Sharing (ABS), kisah pengetahuan tradisional, dan opini para peneliti. Saring menurut kategori, jenis kegiatan, kelompok SDG dan komoditas, atau arsip bulan terbit; cari juga dengan kata kunci.
Menampilkan 21–30 dari 33 artikel
Nama lokal, cerita asal, dan cara petani memilih benih adalah metadata yang tidak tergantikan oleh instrumen laboratorium. Pencatatan pengetahuan ini harus dilakukan dengan persetujuan dan pengakuan…
Petani Desa Sungai Undang, Seruyan Hilir, ini memuliakan padi lokal Siam Epang secara mandiri sejak 2023: menyeleksi tanaman, memilah gabah bernas, dan mencoba persilangan dengan padi hibrida.
Kematian massal tanaman di Halmahera Selatan dan peralihan ke kelapa mengancam keragaman cengkeh lokal: cengkeh berdaun lebar di Madopolo, pohon induk Zanzibar di Kou, Sibela di Bacan, dan AFO.
Dua standar baru diperkenalkan secara daring: SNI 9400:2025 tentang pengelolaan bank gen in vitro tanaman dan SNI 9447:2026 tentang pedoman akuisisi SDG tanaman yang diperbanyak dengan biji.
Melalui Musyawarah Desa di Pendopo Samin, masyarakat Klopoduwur menyepakati pembentukan Kelompok Konservasi Polopendem Makmur berbasis kearifan lokal Sedulur Sikep.
Koordinasi 26 Agustus 2026 menindaklanjuti survei lokasi di Sambongrejo, LMDH Ketringan, dan LMDH Bleboh; sebagian lahan berada di KHDPK yang dikelola masyarakat.
Sekitar 70–80 persen luas tanam padi Kapuas masih memakai varietas lokal yang adaptif di lahan rawa pasang surut dan sesuai selera masyarakat.
Petani sekaligus penangkar mandiri dari Desa Kemantren, Kedungtuban, menyeleksi dan merawat padi Mentik Susu, Cempo Ireng, padi merah, dan galur HSM dari musim ke musim.
Kerja sama ini merupakan bagian dari pelaksanaan Swakelola Tipe II Kegiatan Harmonisasi dan Penerapan Prosedur Access and Benefit Sharing (ABS) dalam Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) Tahun Anggaran 2026.
FPIC ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan proyek yang akan dijalankan di wilayah tersebut telah mendapatkan persetujuan bebas tanpa paksaan dari masyarakat setempat setelah mereka mendapatkan informasi yang lengkap dan transparan.